Ini penyebab paling umum di bisnis retail. Anda belanja Rp30 juta, terjual Rp20 juta. Laporan mencatat untung dari yang Rp20 juta, tapi kas Anda berkurang Rp30 juta.Selisihnya tidak hilang. Selisihnya ada di rak, dalam bentuk barang. Itulah nilai persediaan Anda. Lihat Nilai persediaan.
2. Stoknya terlalu lama tidak laku
Kalau modal Anda baru kembali 60 hari kemudian sementara supplier minta dibayar 30 hari, Anda akan selalu kekurangan uang. Setiap bulan. Meskipun untung.Barang yang tidak terjual 60–90 hari adalah modal yang berhenti bekerja.
3. Pelanggan belum bayar
Penjualan tempo langsung dihitung sebagai untung, padahal uangnya belum ada. Makin longgar tempo yang Anda beri, makin besar untung yang cuma ada di kertas.
4. Untungnya lebih kecil dari yang Anda kira
Kalau HPP diinput manual dan tidak pernah diperbarui saat harga supplier naik, laporan laba Anda terlalu bagus. Bukan uangnya yang hilang, tapi untungnya memang tidak pernah sebesar itu.Ini yang diperbaiki HPP otomatis. Lihat Apa itu HPP.
5. Pengeluaran yang tidak masuk laporan laba
Cicilan pokok, pembelian alat, setoran pajak, dan uang yang diambil pemilik semuanya mengurangi kas tanpa mengurangi laba. Sering kali ini yang bikin angkanya tidak ketemu.
Ambil laba bulan lalu, lalu lihat perubahan saldo di Laporan → Telusuri → Uang → Posisi Kas. Kalau labanya jauh lebih besar daripada pertambahan kas, uangnya ada di tempat lain.
2
Cek perubahan nilai persediaan
Kalau nilai persediaan naik Rp10 juta bulan ini, berarti Rp10 juta kas Anda berpindah ke rak. Ini biasanya jawabannya.
3
Cek piutang
Buka Laporan → Telusuri → Uang → Piutang untuk melihat siapa saja yang belum membayar dan sudah berapa lama. Itu untung yang belum jadi uang.
4
Cek pengeluaran non-laba
Cicilan pokok, pembelian aset, pajak, dan pengambilan pribadi.
Kalau nilai persediaan naik terus tiap bulan sementara penjualan jalan di tempat, Anda sedang mengubah uang menjadi barang lebih cepat daripada mengubah barang menjadi uang. Ini penyebab tersering, dan ini bisa diperbaiki.
Perpendek tempo, tagih lebih rutin, beri insentif bayar di muka
Tempo supplier lebih pendek dari perputaran stok
Nego tempo lebih panjang, atau percepat perputaran
Satu kebiasaan yang mengubah banyak hal: sebelum belanja ke supplier, lihat dulu nilai persediaan dan umur stok produk tersebut. Belanja berdasarkan data, bukan perasaan “kayaknya mau habis”.
Pertanyaan “untungnya ke mana?” biasanya butuh empat angka: laba, kas, piutang, dan hutang. Semuanya sudah dihitung Simplus dari transaksi yang masuk, jadi Anda tinggal membacanya berurutan.
Buka Laporan → Penjualan → Per Produk. Di bagian atas ada total untung kotor, omzet, dan margin rata-rata untuk periode yang dipilih. Angka itu memakai HPP yang dihitung otomatis dari harga beli terakhir, bukan HPP yang Anda ketik manual, jadi labanya tidak melar karena harga supplier yang lupa diperbarui.
Untung kotor per periode, sudah memotong HPP otomatis tiap produk.
Laporan laba rugi lengkap (omzet → HPP → beban usaha → laba bersih) dalam satu halaman Coming Soon. Untuk sekarang, ambil untung kotor dari laporan Per Produk lalu kurangi beban usaha dari Laporan → Telusuri → Biaya → Tren Beban.
Buka Laporan → Telusuri → Uang → Posisi Kas. Ini pasangan angka untung tadi: berapa uang yang siap Anda pakai sekarang, mencakup tunai, bank, e-wallet, dan saldo marketplace.
Posisi Kas: saldo gabungan, grafik pergerakan harian, dan rincian per akun.
Bacanya tiga lapis, dari atas ke bawah:
Bagian
Yang ditunjukkan
Cara memakainya
Saldo total
Uang siap pakai per tanggal terakhir dalam periode
Bandingkan dengan untung kotor periode yang sama. Timpang jauh? Lanjut ke tiga penyebab di bawah
Saldo Kas (grafik)
Pergerakan saldo harian sepanjang periode
Cari tanggal saldo turun tajam, biasanya itu hari belanja besar atau bayar hutang
Komposisi Kas
Saldo tiap akun: kasir, bank, e-wallet
Lihat uang menumpuk di mana, dan akun mana yang terakhir diperbarui kapan
Klik salah satu akun untuk membuka detil mutasi: daftar transaksi masuk dan keluar beserta sisa saldo setelah tiap transaksi.
Detil mutasi satu akun: tiap transaksi beserta sisa saldo setelahnya.
Filter periode dan outlet di kanan atas berlaku untuk seluruh laporan Telusuri. Untuk melihat perubahan nilai persediaan atau kas antar bulan, cukup ganti periodenya lalu catat angkanya, tidak perlu laporan terpisah.
Laporan arus kas penuh (operasi, investasi, pendanaan) Coming Soon. Posisi Kas menjawab “berapa uang saya sekarang dan bergerak ke mana”, belum “uangnya masuk-keluar lewat aktivitas apa saja”.
Buka Laporan → Telusuri → Uang → Piutang. Isinya uang dari penjualan yang belum dibayar pelanggan.
Laporan Piutang: total, umur piutang, dan pelanggan penunggak terlama.
Tiga bagian yang perlu Anda baca:
1
Total piutang
Angka besar di atas adalah untung yang sudah tercatat tapi uangnya masih di tangan pelanggan. Kalau totalnya mendekati selisih antara laba dan pertambahan kas Anda, penyebabnya ketemu.
2
Lewat jatuh tempo
Piutang dikelompokkan jadi belum jatuh tempo, 1–30, 31–60, 61–90, dan lebih dari 90 hari. Makin ke kanan, makin kecil kemungkinannya tertagih. Kelompok >90 hari perlakukan sebagai lampu merah, bukan sekadar terlambat.
3
Pelanggan dengan piutang
Daftar di bawah bisa diurutkan dari umur piutang terlama atau nilai terbesar, lengkap dengan tanggal jatuh tempo tiap pelanggan. Mulai menagih dari atas.
Buka Laporan → Telusuri → Uang → Hutang. Strukturnya sama persis dengan Piutang, tapi dari sisi sebaliknya: tagihan supplier yang belum Anda bayar.
Laporan Hutang: total tagihan supplier, umur hutang, dan supplier yang paling lama belum dibayar.
Baca dua laporan ini berdampingan. Kalau umur piutang Anda lebih panjang daripada umur hutang, artinya Anda membayar supplier lebih cepat daripada pelanggan membayar Anda, dan selisih itu harus ditambal dari kas sendiri setiap bulan. Itu penyebab nomor 2 dan 3 di bagian Ke mana uangnya pergi? muncul bersamaan.
Hutang dilacak per bisnis, bukan per outlet. Laporan Hutang menampilkan kondisi gabungan seluruh outlet Anda.
Stok Hampir Habis: belanja secukupnya, bukan sebanyaknya
Cara paling langsung menahan uang supaya tidak berubah jadi tumpukan barang adalah belanja berdasarkan sisa stok, bukan perasaan. Buka Laporan → Telusuri → Stok → Stok Hampir Habis.
Daftar reorder diurutkan dari yang paling mendesak, lengkap dengan perkiraan sisa hari.
Tiap baris menunjukkan status (habis, kritis, menipis), sisa stok, kekurangan terhadap stok minimum, perkiraan berapa hari lagi habis, dan suppliernya. Tombol Pesan di kanan tiap baris membuat pesanan pembelian langsung dari daftar itu.
Rekomendasi restok otomatis (sistem menghitung sendiri jumlah dan waktu pemesanan ideal dari kecepatan jual) Coming Soon. Untuk sekarang, daftar Stok Hampir Habis adalah acuannya: urutkan berdasarkan urgensi, dan pesan sesuai perkiraan sisa hari, bukan sesuai minimum order supplier.