Skip to main content
Laporan bilang untung. Rekening bilang lain. Anda tidak sedang dibohongi laporan, keduanya benar sekaligus.

Untung dan uang itu dua hal berbeda

Bisnis bisa untung di atas kertas dan kehabisan uang di saat yang sama. Yang membuat toko tutup bukan rugi, tapi kehabisan uang.

Ke mana uangnya pergi?

Ini penyebab paling umum di bisnis retail. Anda belanja Rp30 juta, terjual Rp20 juta. Laporan mencatat untung dari yang Rp20 juta, tapi kas Anda berkurang Rp30 juta.Selisihnya tidak hilang. Selisihnya ada di rak, dalam bentuk barang. Itulah nilai persediaan Anda. Lihat Nilai persediaan.
Kalau modal Anda baru kembali 60 hari kemudian sementara supplier minta dibayar 30 hari, Anda akan selalu kekurangan uang. Setiap bulan. Meskipun untung.Barang yang tidak terjual 60–90 hari adalah modal yang berhenti bekerja.
Penjualan tempo langsung dihitung sebagai untung, padahal uangnya belum ada. Makin longgar tempo yang Anda beri, makin besar untung yang cuma ada di kertas.
Kalau HPP diinput manual dan tidak pernah diperbarui saat harga supplier naik, laporan laba Anda terlalu bagus. Bukan uangnya yang hilang, tapi untungnya memang tidak pernah sebesar itu.Ini yang diperbaiki HPP otomatis. Lihat Apa itu HPP.
Cicilan pokok, pembelian alat, setoran pajak, dan uang yang diambil pemilik semuanya mengurangi kas tanpa mengurangi laba. Sering kali ini yang bikin angkanya tidak ketemu.

Cari sendiri penyebabnya

1

Bandingkan laba dengan perubahan kas

Ambil laba bulan lalu, lalu lihat perubahan saldo di Laporan → Telusuri → Uang → Posisi Kas. Kalau labanya jauh lebih besar daripada pertambahan kas, uangnya ada di tempat lain.
2

Cek perubahan nilai persediaan

Kalau nilai persediaan naik Rp10 juta bulan ini, berarti Rp10 juta kas Anda berpindah ke rak. Ini biasanya jawabannya.
3

Cek piutang

Buka Laporan → Telusuri → Uang → Piutang untuk melihat siapa saja yang belum membayar dan sudah berapa lama. Itu untung yang belum jadi uang.
4

Cek pengeluaran non-laba

Cicilan pokok, pembelian aset, pajak, dan pengambilan pribadi.
Kalau nilai persediaan naik terus tiap bulan sementara penjualan jalan di tempat, Anda sedang mengubah uang menjadi barang lebih cepat daripada mengubah barang menjadi uang. Ini penyebab tersering, dan ini bisa diperbaiki.

Cara memperbaikinya

Satu kebiasaan yang mengubah banyak hal: sebelum belanja ke supplier, lihat dulu nilai persediaan dan umur stok produk tersebut. Belanja berdasarkan data, bukan perasaan “kayaknya mau habis”.

Bagaimana Simplus bisa membantu

Pertanyaan “untungnya ke mana?” biasanya butuh empat angka: laba, kas, piutang, dan hutang. Semuanya sudah dihitung Simplus dari transaksi yang masuk, jadi Anda tinggal membacanya berurutan.

Laba kotor sudah memakai HPP otomatis

Buka LaporanPenjualanPer Produk. Di bagian atas ada total untung kotor, omzet, dan margin rata-rata untuk periode yang dipilih. Angka itu memakai HPP yang dihitung otomatis dari harga beli terakhir, bukan HPP yang Anda ketik manual, jadi labanya tidak melar karena harga supplier yang lupa diperbarui.
Laporan penjualan per produk dengan total untung kotor dan margin rata-rata di Simplus

Untung kotor per periode, sudah memotong HPP otomatis tiap produk.

Cara membaca tiap kolomnya ada di Produk terlaris belum tentu paling untung.
Laporan laba rugi lengkap (omzet → HPP → beban usaha → laba bersih) dalam satu halaman Coming Soon. Untuk sekarang, ambil untung kotor dari laporan Per Produk lalu kurangi beban usaha dari LaporanTelusuriBiayaTren Beban.

Posisi Kas: uang yang benar-benar ada

Buka LaporanTelusuriUangPosisi Kas. Ini pasangan angka untung tadi: berapa uang yang siap Anda pakai sekarang, mencakup tunai, bank, e-wallet, dan saldo marketplace.
Laporan Posisi Kas di Simplus dengan saldo total, grafik saldo harian, dan komposisi kas per akun

Posisi Kas: saldo gabungan, grafik pergerakan harian, dan rincian per akun.

Bacanya tiga lapis, dari atas ke bawah: Klik salah satu akun untuk membuka detil mutasi: daftar transaksi masuk dan keluar beserta sisa saldo setelah tiap transaksi.
Detil mutasi akun bank di Simplus dengan daftar transaksi dan sisa saldo

Detil mutasi satu akun: tiap transaksi beserta sisa saldo setelahnya.

Filter periode dan outlet di kanan atas berlaku untuk seluruh laporan Telusuri. Untuk melihat perubahan nilai persediaan atau kas antar bulan, cukup ganti periodenya lalu catat angkanya, tidak perlu laporan terpisah.
Laporan arus kas penuh (operasi, investasi, pendanaan) Coming Soon. Posisi Kas menjawab “berapa uang saya sekarang dan bergerak ke mana”, belum “uangnya masuk-keluar lewat aktivitas apa saja”.

Piutang: untung yang belum jadi uang

Buka LaporanTelusuriUangPiutang. Isinya uang dari penjualan yang belum dibayar pelanggan.
Laporan Piutang di Simplus dengan total piutang, kelompok umur jatuh tempo, dan daftar pelanggan

Laporan Piutang: total, umur piutang, dan pelanggan penunggak terlama.

Tiga bagian yang perlu Anda baca:
1

Total piutang

Angka besar di atas adalah untung yang sudah tercatat tapi uangnya masih di tangan pelanggan. Kalau totalnya mendekati selisih antara laba dan pertambahan kas Anda, penyebabnya ketemu.
2

Lewat jatuh tempo

Piutang dikelompokkan jadi belum jatuh tempo, 1–30, 31–60, 61–90, dan lebih dari 90 hari. Makin ke kanan, makin kecil kemungkinannya tertagih. Kelompok >90 hari perlakukan sebagai lampu merah, bukan sekadar terlambat.
3

Pelanggan dengan piutang

Daftar di bawah bisa diurutkan dari umur piutang terlama atau nilai terbesar, lengkap dengan tanggal jatuh tempo tiap pelanggan. Mulai menagih dari atas.

Hutang: kewajiban yang akan menguras kas

Buka LaporanTelusuriUangHutang. Strukturnya sama persis dengan Piutang, tapi dari sisi sebaliknya: tagihan supplier yang belum Anda bayar.
Laporan Hutang di Simplus dengan total hutang, kelompok umur jatuh tempo, dan daftar supplier

Laporan Hutang: total tagihan supplier, umur hutang, dan supplier yang paling lama belum dibayar.

Baca dua laporan ini berdampingan. Kalau umur piutang Anda lebih panjang daripada umur hutang, artinya Anda membayar supplier lebih cepat daripada pelanggan membayar Anda, dan selisih itu harus ditambal dari kas sendiri setiap bulan. Itu penyebab nomor 2 dan 3 di bagian Ke mana uangnya pergi? muncul bersamaan.
Hutang dilacak per bisnis, bukan per outlet. Laporan Hutang menampilkan kondisi gabungan seluruh outlet Anda.

Stok Hampir Habis: belanja secukupnya, bukan sebanyaknya

Cara paling langsung menahan uang supaya tidak berubah jadi tumpukan barang adalah belanja berdasarkan sisa stok, bukan perasaan. Buka LaporanTelusuriStokStok Hampir Habis.
Laporan Stok Hampir Habis di Simplus dengan daftar reorder, status habis/kritis/menipis, dan tombol Pesan

Daftar reorder diurutkan dari yang paling mendesak, lengkap dengan perkiraan sisa hari.

Tiap baris menunjukkan status (habis, kritis, menipis), sisa stok, kekurangan terhadap stok minimum, perkiraan berapa hari lagi habis, dan suppliernya. Tombol Pesan di kanan tiap baris membuat pesanan pembelian langsung dari daftar itu.
Rekomendasi restok otomatis (sistem menghitung sendiri jumlah dan waktu pemesanan ideal dari kecepatan jual) Coming Soon. Untuk sekarang, daftar Stok Hampir Habis adalah acuannya: urutkan berdasarkan urgensi, dan pesan sesuai perkiraan sisa hari, bukan sesuai minimum order supplier.

Langkah berikutnya

Nilai persediaan

Ukur berapa banyak uang Anda yang sedang tidur.

Produk terlaris belum tentu paling untung

Taruh modal Anda di produk yang benar.