Diskon 20% tidak mengurangi untung 20%
Produk dengan HPP Rp20.000 dijual Rp30.000. Untung Anda Rp10.000 per pcs.Hitung batas bawah Anda
Dua angka yang harus Anda tahu sebelum menjanjikan diskon apa pun: 1. Batas impas Anda adalah HPP. Untuk contoh di atas, Rp20.000. Jual di bawah itu dan Anda sedang membayari pelanggan untuk mengambil barang Anda. 2. Diskon maksimum Anda sama dengan margin Anda. Untung Rp10.000 dibagi harga jual Rp30.000 = 33%. Diskon 33% membuat untung Anda pas nol. Lewat dari itu, Anda rugi setiap kali barang terjual.Pikirkan ini saat menetapkan harga normal: margin Anda menentukan seberapa besar diskon yang sanggup Anda berikan. Kalau Anda ingin sesekali bisa promo 30% dan tetap untung, margin normal Anda harus jauh di atas 30% sejak awal. Lihat Menentukan harga jual dari HPP.
Diskon aman dengan target untung
Kalau saat promo Anda tetap ingin menyisakan untung, jangan pakai batas nol tadi. Tentukan dulu untung minimum yang Anda terima, lalu cari harganya. Misalnya HPP Rp20.000 dan saat promo Anda masih mau untung 15% dari harga jual:
Jadi promo Anda aman selama diskonnya tidak lebih dari 21%.
Diskon harus dibayar dengan volume
Kalau untung per pcs turun, Anda butuh menjual lebih banyak hanya untuk kembali ke titik semula.Jebakan yang sering terjadi
Diskon bertumpuk tanpa sadar
Diskon bertumpuk tanpa sadar
Diskon member 10% + promo channel 10% + voucher ongkir bukan 20%, tapi bisa lebih dalam lagi setelah semuanya dihitung. Periksa total potongan pada harga akhir, bukan satu per satu. Di Simplus, diskon per item dan diskon per transaksi juga bisa bertumpuk dalam satu nota, lihat Dua jenis diskon.
Harga promo lama dipakai dengan modal baru
Harga promo lama dipakai dengan modal baru
Harga promo dibuat saat HPP masih Rp18.000. Sekarang HPP sudah Rp22.000 tapi harga promonya tidak pernah ditinjau. Setiap penjualan promo jadi rugi. Tinjau ulang promo setiap kali HPP naik.
Obral barang lama tanpa tahu batasnya
Obral barang lama tanpa tahu batasnya
Mengobral dead stock itu sering keputusan yang benar: lebih baik balik modal sebagian daripada modal mati selamanya. Tapi tetap hitung dulu berapa yang Anda relakan, jangan asal potong 50%.
Bundling yang merugi
Bundling yang merugi
HPP paket adalah jumlah HPP semua isinya. Paket berisi kopi (HPP Rp8.000) dan 2 kue (HPP Rp5.000 per pcs) punya modal Rp18.000. Harga bundling harus dihitung dari angka itu, bukan dari harga satuan yang didiskon asal-asalan. Cara Simplus mencatatnya ada di HPP produk paket dipecah ke komponennya.
Bagaimana Simplus bisa membantu
Simplus tidak akan menghalangi Anda memberi diskon di bawah HPP. Batas bawah tetap keputusan Anda. Yang Simplus lakukan adalah menyimpan HPP tiap produk, mencatat dua jenis diskon secara terpisah, dan memecah modal produk paket sampai ke komponennya, supaya sesudah promo Anda bisa melihat angka sebenarnya.Kasir tidak melihat margin, jadi batasnya harus Anda siapkan
Di layar kasir tidak ada tampilan margin dan tidak ada peringatan saat harga sudah di bawah HPP. Artinya kasir tidak punya cara untuk tahu sendiri kalau diskon yang dia berikan sudah merugikan. Buat daftarnya dari Laporan Penjualan per Produk (kolom HPP dan harga jual sudah ada di sana), lalu isi kolom terakhir dengan rumus dari bagian Hitung batas bawah Anda:
Aturan untuk kasir cukup satu kalimat: diskon tidak boleh lebih besar dari angka di kolom terakhir, kecuali Anda yang menyetujui.
Dua jenis diskon, dan kenapa bedanya penting
Simplus punya dua tempat untuk memasukkan diskon, dan keduanya dibukukan berbeda:
Konsekuensinya sederhana tapi sering bikin salah baca laporan:
Contoh: nota Rp100.000 diberi diskon nota Rp10.000.
Diskon bertumpuk pun mengikuti aturan yang sama: diskon per item dihitung dulu di barisnya, baru diskon nota dipotong dari totalnya. Jadi saat mengecek apakah promo Anda masih aman, jangan lihat persennya satu per satu, lihat total yang dibayar pelanggan dibandingkan total HPP barang di nota itu.
HPP produk paket dipecah ke komponennya
Produk paket (bundling) tidak punya HPP sendiri. Begitu paket terjual, Simplus memecahnya jadi komponen penyusunnya, lalu memperlakukan tiap komponen persis seperti penjualan produk biasa:1
Paket dipecah jadi komponen
Qty tiap komponen = isi per paket × jumlah paket yang terjual. Paket berisi 1 kopi dan 2 kue, terjual 3 paket, berarti 3 kopi dan 6 kue.
2
HPP dihitung per komponen
Tiap komponen memakai metode persediaan produknya sendiri: FIFO, Rata-rata, atau harga beli tetap. Lihat Mengatur metode HPP.
3
Stok berkurang per komponen
Yang berkurang adalah stok kopi dan stok kue, bukan “stok paket”. Kalau transaksinya dibatalkan atau dihapus, stok dan HPP tiap komponen dikembalikan juga.
Jual paket itu di bawah Rp18.000 dan Anda rugi, berapa pun harga satuan masing-masing isinya.
Karena modalnya tersebar ke komponen, di Laporan Penjualan per Produk Anda tidak akan menemukan baris margin untuk paketnya. Harga jual tercatat di level paket, sedangkan HPP dan pergerakan stok tercatat di komponen. Untuk menilai apakah paket Anda untung, bandingkan harga jual paket dengan total HPP isinya seperti tabel di atas.
Yang belum tersedia
Langkah berikutnya
Menentukan harga jual dari HPP
Margin yang cukup membuat Anda punya ruang untuk diskon.
Produk terlaris belum tentu paling untung
Ketahui produk mana yang sanggup didiskon.
