Skip to main content
Produk yang paling sering terjual sering kali bukan produk yang paling banyak menghasilkan. Dengan HPP yang akurat, Anda akhirnya bisa membuktikannya.

Laku banyak ≠ untung banyak

Lihat toko dengan tiga produk berikut. Semuanya terlihat baik-baik saja dari laporan penjualan: Produk A adalah juara di laporan penjualan: 200 pcs terjual, omzet Rp5.000.000. Tapi Produk B yang terjual sepertiganya menghasilkan 4,5 kali lebih banyak untung.
Kalau Anda menilai produk dari jumlah terjual atau omzet, Anda akan terus menambah stok Produk A, dan terus kekurangan Produk B.

Tiga angka, tiga cerita berbeda

Produk bisa punya margin persen tinggi tapi sumbangan kecil karena jarang laku. Sebaliknya, produk margin tipis bisa jadi tulang punggung kalau perputarannya sangat cepat.
Jangan pernah menilai produk hanya dari satu angka. Lihat ketiganya berdampingan.

Empat jenis produk di toko Anda

Setelah punya margin dan jumlah terjual, produk Anda jatuh ke salah satu kotak ini:
Produk margin tipis yang laku cepat itu tidak selalu buruk. Barang seperti ini sering jadi alasan pelanggan datang, lalu mereka membeli produk lain yang marginnya tebal. Yang berbahaya adalah kalau semua produk Anda seperti itu.

Margin tidak berhenti di HPP

Kalau Anda jualan di marketplace atau toko online, potong dulu biaya-biaya ini sebelum menyimpulkan produk mana yang untung: Produk dengan margin 20% bisa berubah jadi rugi di channel online. Hitungan lengkapnya ada di Menentukan harga jual dari HPP.

Yang bisa Anda lakukan

1

Urutkan produk dari total untung

Bukan dari jumlah terjual, bukan dari omzet.
2

Tandai produk margin tipis

Produk di bawah target margin Anda perlu keputusan: naikkan harga, nego ke supplier, atau hentikan.
3

Pastikan produk bintang tidak pernah kosong

Kehabisan produk margin tebal jauh lebih mahal daripada kehabisan produk margin tipis.
4

Ulangi tiap bulan

HPP bergerak mengikuti harga supplier. Produk yang untung bulan lalu bisa jadi tidak lagi bulan ini.

Bagaimana Simplus bisa membantu

Keempat hal di atas tidak perlu Anda susun sendiri di spreadsheet. Simplus sudah menyimpan HPP tiap produk, jadi margin dan total untung per SKU sudah terhitung begitu transaksi masuk.

Laporan Penjualan per Produk

Buka LaporanPenjualanPer Produk. Di sana ada harga jual, HPP, margin, dan untung untuk tiap SKU dalam satu tabel:
Laporan penjualan per produk dengan kolom HPP, margin, dan untung di Simplus

Laporan Penjualan per Produk: urutkan dari untung terbesar untuk tahu produk mana yang benar-benar menghasilkan.

Di bagian atas ada total untung kotor, omzet, dan margin rata-rata seluruh produk pada periode itu. Margin rata-rata ini adalah garis pembanding Anda: produk yang marginnya di bawah angka tersebut layak ditinjau harganya. Penjelasan tiap kolom ada di Menentukan harga jual dari HPP.

Urutkan sesuai pertanyaan yang ingin Anda jawab

Setiap kolom bisa diurutkan. Klik judul kolomnya, lalu baca dari atas:
Cara tercepat menemukan “produk laris yang tidak menguntungkan”: urutkan dari Qty, lalu lihat kolom Untung di baris-baris teratas. Kalau produk nomor satu Anda tidak ada di jajaran untung terbesar, itulah Produk A dari contoh di awal halaman.
Kolom Sisa stok ada di tabel yang sama, jadi begitu menemukan produk bintang Anda bisa langsung mengecek stoknya masih aman atau tidak.

Filter periode dan outlet

Di atas laporan ada filter periode (hari ini, bulan ini, tahun ini, atau rentang tanggal sendiri) dan filter outlet. Bandingkan periode yang sama bulan lalu untuk melihat produk mana yang marginnya menurun, dan bandingkan antar-outlet untuk melihat produk yang untung di satu cabang tapi tidak di cabang lain. Filter per channel di laporan ini Coming Soon. Untuk sekarang, perbandingan antar-channel bisa dilihat di LaporanPenjualanPer Channel, meski belum dipecah sampai level produk.

Ekspor untuk analisis lanjutan

Tombol Ekspor di kanan atas menurunkan isi laporan ke file. Pakai ini kalau Anda ingin menghitung biaya channel sendiri, membuat grafik, atau menyimpan arsip bulanan.
Margin di laporan ini adalah margin kotor, baru memotong HPP. Komisi marketplace, biaya iklan, subsidi ongkir, dan packaging belum ikut dipotong. Penghitungan biaya channel di dalam laporan Coming Soon; untuk sekarang potong biaya-biaya itu secara manual dari hasil ekspor sebelum menyimpulkan produk mana yang benar-benar untung.

Langkah berikutnya

Batas bawah harga sebelum kasih diskon

Sampai berapa diskon masih menyisakan untung.

Nilai persediaan

Pastikan modal Anda ditaruh di produk yang tepat.