Kenapa angkanya begitu
Contoh: produk Kaos Hitam, harga jual Rp15.000, harga beli yang Anda isi di form produk Rp10.000.- Barang dari supplier sudah datang, tapi restoknya belum dicatat. Kasir menjual 1 Kaos Hitam. Di Simplus stoknya masih 0, jadi stoknya jadi -1.
- Karena belum ada restok, Simplus memakai Harga Beli yang Anda isi di form produk: Rp10.000. Nilai persediaan jadi -Rp10.000.
- Sore harinya Anda mencatat restok 10 Kaos Hitam × Rp9.000 = Rp90.000.
- Riwayat HPP sekarang menulis nilai persediaan Rp80.000 untuk sisa 9 Kaos Hitam: Rp90.000 dari restok, dikurangi Rp10.000 yang sudah terjual tadi.

Penjualan dicatat lebih dulu dengan harga beli Rp10.000, lalu restok Rp90.000 masuk. Nilai persediaannya Rp90.000 - Rp10.000 = Rp80.000.
Kalau metode Anda FIFO
Di FIFO hitungannya sama, hanya tampilannya ada di Rincian Lapisan Harga. Contoh: Bola Basket, harga beli di form produk Rp40.000.- Terjual 2 saat stoknya masih 0. Keduanya memakai harga beli Rp40.000, jadi Rp80.000 sudah terjual.
- Lalu restok 30 × Rp30.000 = Rp900.000 dicatat.
- Dua dari 30 barang itu langsung menutup 2 yang sudah terjual tadi. Lapisan harganya menulis 30 masuk, 2 menutup stok minus, dengan hitungan (Rp900.000 − Rp80.000 sudah terjual) ÷ 28 = Rp29.286.

Restok 30 × Rp30.000 menutup 2 Bola Basket yang sudah terjual. Hitungannya tertulis di bawah restoknya.
Cara membetulkannya: ubah tanggal restok
Barangnya sebenarnya sudah ada sebelum terjual. Jadi betulkan tanggal restoknya ke hari barang itu datang. Simplus lalu menghitung ulang semua angkanya sesuai urutan yang benar.Buka daftar restok

Klik titik tiga, lalu Edit Restok

Klik Detil

Klik Tanggal, pilih hari barang datang

Lakukan hal yang sama untuk Diterima Tanggal

Klik Simpan
Periksa riwayat HPP

Tips agar laporan langsung pas
Catat restok sebelum barangnya dijual
Kalau terlambat, pakai tanggal barang datang
Matikan Jual Stok Habis kalau perlu
