Skip to main content
Kalau barang terjual sebelum restoknya dicatat di Simplus, stoknya jadi minus dan angka di riwayat HPP terlihat aneh. Halaman ini menjelaskan sebabnya, cara membetulkannya, dan tips agar laporan langsung pas.

Kenapa angkanya begitu

Contoh: produk Kaos Hitam, harga jual Rp15.000, harga beli yang Anda isi di form produk Rp10.000.
  1. Barang dari supplier sudah datang, tapi restoknya belum dicatat. Kasir menjual 1 Kaos Hitam. Di Simplus stoknya masih 0, jadi stoknya jadi -1.
  2. Karena belum ada restok, Simplus memakai Harga Beli yang Anda isi di form produk: Rp10.000. Nilai persediaan jadi -Rp10.000.
  3. Sore harinya Anda mencatat restok 10 Kaos Hitam × Rp9.000 = Rp90.000.
  4. Riwayat HPP sekarang menulis nilai persediaan Rp80.000 untuk sisa 9 Kaos Hitam: Rp90.000 dari restok, dikurangi Rp10.000 yang sudah terjual tadi.
Riwayat HPP: penjualan −1 × Rp10.000 dengan label Terjual sebelum restok, lalu restok +10 × Rp9.000 dengan nilai persediaan Rp80.000 dan hitungan (Rp90.000 − Rp10.000 sudah terjual) ÷ 9

Penjualan dicatat lebih dulu dengan harga beli Rp10.000, lalu restok Rp90.000 masuk. Nilai persediaannya Rp90.000 - Rp10.000 = Rp80.000.

Kalau metode Anda FIFO

Di FIFO hitungannya sama, hanya tampilannya ada di Rincian Lapisan Harga. Contoh: Bola Basket, harga beli di form produk Rp40.000.
  1. Terjual 2 saat stoknya masih 0. Keduanya memakai harga beli Rp40.000, jadi Rp80.000 sudah terjual.
  2. Lalu restok 30 × Rp30.000 = Rp900.000 dicatat.
  3. Dua dari 30 barang itu langsung menutup 2 yang sudah terjual tadi. Lapisan harganya menulis 30 masuk, 2 menutup stok minus, dengan hitungan (Rp900.000 − Rp80.000 sudah terjual) ÷ 28 = Rp29.286.
Rincian Lapisan Harga Bola Basket: restok 30 masuk, 2 menutup stok minus, (Rp900.000 − Rp80.000 sudah terjual) ÷ 28 = Rp29.286, sisa 28 senilai Rp820.000

Restok 30 × Rp30.000 menutup 2 Bola Basket yang sudah terjual. Hitungannya tertulis di bawah restoknya.

Restoknya sendiri tidak berubah: di Detil Restok harganya tetap Rp30.000 /Pcs. Hitungan yang sama juga tertulis di baris restok pada riwayat HPP. Penyebabnya satu: barang terjual sebelum restoknya tercatat. Simplus mencatat kejadian sesuai urutan tanggalnya. Penjualan tercatat lebih dulu, jadi penjualan itu memakai harga beli yang ada saat itu: harga beli di form produk. Kalau harga beli belum diisi, Simplus memakai harga terakhir barang itu masuk atau keluar, misalnya harga restok sebelumnya. Baru kalau barang itu belum pernah punya harga sama sekali, penjualannya tercatat Rp0.
Penjualan seperti ini diberi label Terjual sebelum restok di riwayat HPP. Cara membuka riwayat HPP ada di Membaca riwayat HPP.

Cara membetulkannya: ubah tanggal restok

Banyak produk seperti ini? Rapikan Stok Coming Soon membetulkan semuanya sekaligus, dan bisa dibatalkan. Cara di bawah ini untuk satu restok.
Barangnya sebenarnya sudah ada sebelum terjual. Jadi betulkan tanggal restoknya ke hari barang itu datang. Simplus lalu menghitung ulang semua angkanya sesuai urutan yang benar.
1

Buka daftar restok

Dari menu, buka Restok. Klik restok yang tanggalnya perlu dibetulkan.
Daftar restok dengan restok Kaos Hitam dari Konveksi Mitra Busana yang ditandai
2

Klik titik tiga, lalu Edit Restok

Di bagian bawah layar Detil Restok, klik tombol titik tiga, lalu pilih Edit Restok.
Tombol titik tiga dan menu Edit Restok di layar Detil Restok
3

Klik Detil

Di layar Edit Restok, klik Detil di kanan atas supaya tanggalnya terlihat.
Tombol Detil di layar Edit Restok
4

Klik Tanggal, pilih hari barang datang

Klik baris Tanggal. Pilih tanggal barang itu datang, sebelum penjualan pertamanya. Klik NEXT, lalu OK.
Pemilih tanggal dengan tanggal 25 dipilih dan tombol NEXT ditandai
5

Lakukan hal yang sama untuk Diterima Tanggal

Klik baris Diterima Tanggal dan pilih tanggal yang sama. Tanggal inilah yang dipakai untuk menghitung stok.
Tanggal dan Diterima Tanggal sudah diganti menjadi 25 Okt 2026
6

Klik Simpan

Klik Simpan di bagian bawah. Simplus menghitung ulang HPP produk itu. Biasanya selesai dalam beberapa detik.
7

Periksa riwayat HPP

Buka lagi riwayat HPP produknya. Restok sekarang tercatat tanggal 25, di bawah penjualan. Penjualan jadi memakai harga restok Rp9.000. Sisa 9 Kaos Hitam bernilai Rp81.000, dan HPP-nya Rp9.000.
Riwayat HPP Kaos Hitam setelah tanggal restok dibetulkan: restok di bawah, penjualan -1 × Rp9.000, nilai persediaan Rp81.000
Belum mencatat restoknya sama sekali? Catat restok baru seperti biasa di Catat restok, dan di langkah pertama isi Tanggal dengan hari barang itu datang.

Tips agar laporan langsung pas

1

Catat restok sebelum barangnya dijual

Begitu barang dari supplier datang, catat restoknya hari itu juga, sebelum barangnya dipajang atau dijual.
2

Kalau terlambat, pakai tanggal barang datang

Saat mencatat restok yang terlambat, isi Tanggal dengan hari barang itu datang, bukan hari ini.
3

Matikan Jual Stok Habis kalau perlu

Kalau kasir tidak boleh menjual barang yang stoknya 0, matikan setelan Jual Stok Habis. Caranya ada di Cegah dengan mematikan “Jual Stok Habis”.

Bagaimana Simplus bisa membantu

Label di riwayat HPP

Penjualan yang terjadi sebelum restoknya dicatat diberi label Terjual sebelum restok, jadi mudah dicari restok mana yang perlu dibetulkan.

Hitung ulang otomatis

Setelah tanggal restok dibetulkan, semua penjualan sesudahnya dihitung ulang dengan harga restok yang benar.

Harga beli sebagai cadangan

Selama restoknya belum tercatat, penjualan memakai harga beli di form produk, atau harga terakhir barang itu kalau harga belinya kosong. Bukan Rp0.

Langkah berikutnya

Kenapa HPP saya berubah?

Penyebab lain HPP bergerak, dan cara membaca riwayat HPP.

Catat restok

Cara mencatat barang masuk dari supplier.