> ## Documentation Index
> Fetch the complete documentation index at: https://docs.simplus.id/llms.txt
> Use this file to discover all available pages before exploring further.

# Nilai persediaan: uang Anda yang sedang tidur

> Membaca nilai persediaan sebagai modal yang tertahan di stok, dan memakainya untuk mengatur belanja ke supplier.

Stok bukan barang. Stok adalah **uang Anda yang sudah keluar tapi belum kembali**. Nilai persediaan memberi tahu jumlahnya.

## Angka yang jarang dilihat orang

Saat membuka sebuah produk, Anda melihat sesuatu seperti ini:

> **Nilai persediaan sekarang: Rp367.500**

Kebanyakan pemilik toko membacanya sebagai "sisa 15 botol". Baca ulang seperti ini:

<Info>
  **Rp367.500 uang saya ada di rak, belum jadi uang lagi.**
</Info>

Cara menghitungnya: **jumlah stok dikali HPP.** Sisa 15 botol dengan HPP Rp24.500 berarti Rp367.500.

Kalikan ke seluruh produk Anda, dan itulah total modal yang sedang tidur di toko dan gudang. Untuk banyak bisnis retail, angka ini lebih besar daripada saldo rekeningnya.

## Kenapa ini penting

| Kalau nilai persediaan terlalu besar                   | Kalau terlalu kecil                                               |
| ------------------------------------------------------ | ----------------------------------------------------------------- |
| Uang tidak bisa diputar untuk belanja atau operasional | Sering kehabisan barang, penjualan hilang                         |
| Risiko barang rusak, kadaluwarsa, ketinggalan tren     | Pelanggan lari ke toko sebelah                                    |
| Biaya simpan dan tempat naik                           | Ongkos kirim supplier jadi lebih mahal karena belanja kecil-kecil |

Yang Anda cari bukan angka sebesar-besarnya atau sekecil-kecilnya, tapi **stok yang cepat berubah jadi uang lagi**.

## Berapa lama uang Anda kembali?

Uang yang Anda pakai belanja barang tidak hilang, cuma **pergi sebentar**. Pertanyaannya: sebentar itu berapa lama?

Anda cuma butuh dua angka.

<Steps>
  <Step title="Lihat nilai persediaan Anda sekarang">
    Total modal yang sedang ada di rak dan gudang. Anggap **Rp50.000.000**.
  </Step>

  <Step title="Lihat modal barang yang terjual bulan lalu">
    Perhatikan: **modalnya, bukan omzetnya.** Anggap **Rp25.000.000**.
  </Step>

  <Step title="Bagi angka pertama dengan angka kedua">
    Rp50.000.000 ÷ Rp25.000.000 = **2**. Artinya stok Anda cukup untuk 2 bulan jualan.
  </Step>

  <Step title="Kalikan 30 hari">
    2 × 30 = **60 hari**. Inilah jawabannya: uang yang Anda belanjakan hari ini baru kembali jadi uang sekitar 60 hari lagi.
  </Step>
</Steps>

<Info>
  **Makin kecil angkanya, makin sehat.** Uang yang cepat kembali bisa dipakai belanja lagi, bayar gaji, atau buka cabang. Uang yang lama kembali cuma jadi tumpukan barang.
</Info>

### Angka Anda masuk yang mana?

| Uang kembali dalam   | Artinya                                                                                      |
| -------------------- | -------------------------------------------------------------------------------------------- |
| **Di bawah 30 hari** | Sangat sehat. Modal Anda bekerja keras. Pastikan saja jangan sampai sering kehabisan barang. |
| **30–60 hari**       | Wajar untuk kebanyakan toko retail.                                                          |
| **60–90 hari**       | Mulai berat. Ada cukup banyak modal yang menganggur di rak.                                  |
| **Di atas 90 hari**  | Modal Anda macet. Kemungkinan besar Anda sering merasa "untung tapi kok nggak ada uang".     |

<Warning>
  **Bandingkan dengan tempo supplier Anda.** Kalau supplier minta dibayar dalam 30 hari sementara uang Anda baru kembali 60 hari, Anda akan nombok setiap bulan meskipun laporan menunjukkan untung. Lihat [Untung tapi uang tidak nambah](/tutorial/hpp/untung-tapi-uang-tidak-nambah).
</Warning>

## Menemukan modal yang nyangkut

Barang yang tidak terjual 60–90 hari disebut **dead stock**: modal yang berhenti bekerja. Makin lama menumpuk, makin besar kemungkinan akhirnya dijual rugi atau dibuang.

Kalau produk Anda memakai metode FIFO, rincian lapisan harga menunjukkan **umur** tiap lapisan, jadi Anda bisa melihat persis modal mana yang paling lama tertahan.

<Frame caption="Kolom UMUR menunjukkan berapa lama modal di lapisan itu belum kembali.">
  <img src="https://mintcdn.com/simplus/uJP4UuEABN9Jxbux/images/hpp/rincian-lapisan-harga-fifo.png?fit=max&auto=format&n=uJP4UuEABN9Jxbux&q=85&s=f390b51557e63a20322b47ae22a766ac" alt="Rincian lapisan harga FIFO dengan kolom umur stok" width="1357" height="1445" data-path="images/hpp/rincian-lapisan-harga-fifo.png" />
</Frame>

<Tip>
  Urutkan produk dari nilai persediaan terbesar. Untuk sekarang, urutkan lewat ekspor daftar produk ke spreadsheet. Biasanya 20% produk teratas menahan 80% modal Anda. Di situlah perbaikan paling terasa, bukan di produk kecil-kecil.
</Tip>

### Laporan Stok Mati

Anda tidak perlu mencarinya satu per satu. Simplus punya laporan khusus yang langsung menunjukkan berapa rupiah modal Anda yang sedang diam.

Buka **Laporan → Telusuri**, lalu di kelompok **Stok** pilih **Stok Mati**.

<Frame caption="Laporan Stok Mati menunjukkan total modal yang sedang diam, beserta produk penyebabnya.">
  <img src="https://mintcdn.com/simplus/uJP4UuEABN9Jxbux/images/hpp/laporan-stok-mati.png?fit=max&auto=format&n=uJP4UuEABN9Jxbux&q=85&s=880137a0503fb75980ed29eca0dd12a6" alt="Laporan Stok Mati di Simplus dengan total modal tertahan dan daftar produk yang lama tidak terjual" width="3018" height="1545" data-path="images/hpp/laporan-stok-mati.png" />
</Frame>

Yang Anda dapat:

| Bagian                   | Isinya                                                                              |
| ------------------------ | ----------------------------------------------------------------------------------- |
| **Total modal tertahan** | Satu angka besar, misalnya Rp112,6 juta, beserta jumlah produknya                   |
| **Ambang batas**         | Pilih sendiri definisi stok mati: tidak terjual **≥30**, **≥60**, atau **≥90 hari** |
| **Daftar produk**        | Nama, SKU, jumlah unit, supplier, dan nilai modal yang tertahan di tiap produk      |
| **Lama diam**            | Berapa hari tanpa penjualan dan kapan terakhir terjual                              |
| **Urutkan**              | Berdasarkan nilai modal tertahan, jadi kerugian terbesar muncul paling atas         |
| **Cari**                 | Per produk atau per supplier                                                        |
| **Ekspor**               | Untuk dibawa ke rapat atau dikirim ke supplier                                      |

<Note>
  Hitungan lamanya diam dimulai dari **penjualan terakhir**, bukan dari tanggal restok. Jadi merestok barang yang tidak laku tidak akan menyembunyikannya dari laporan ini.
</Note>

<Tip>
  Mulai dari ambang **≥60 hari** dan urutkan dari nilai modal terbesar. Tangani lima produk teratas dulu: itu biasanya sudah mencakup sebagian besar uang yang bisa Anda selamatkan. Untuk menentukan sampai berapa boleh diobral, lihat [Batas bawah harga](/tutorial/hpp/batas-bawah-harga).
</Tip>

Laporan tetangganya juga berguna: **Stok Hampir Habis** untuk daftar reorder. Laporan **Nilai & Pergerakan** <Badge color="orange" size="sm">Coming Soon</Badge> nantinya menampilkan nilai stok harian beserta barang masuk dan keluar.

## Yang bisa Anda lakukan minggu ini

<Steps>
  <Step title="Lihat total nilai persediaan Anda">
    Bandingkan dengan saldo kas. Kalau nilai persediaan jauh lebih besar, uang Anda memang sedang tertahan di barang.
  </Step>

  <Step title="Cari produk dengan nilai terbesar">
    Ekspor daftar produk, lalu urutkan dari nilai persediaan terbesar. Ini produk yang paling banyak memakan modal Anda, belum tentu yang paling laku.
  </Step>

  <Step title="Buka laporan Stok Mati">
    **Laporan → Telusuri → Stok → Stok Mati**, pilih ambang ≥60 hari. Barang yang muncul di situ perlu keputusan: diskon, bundling, atau stop restok.
  </Step>

  <Step title="Kurangi restok untuk barang lambat">
    Alihkan uangnya ke produk yang cepat laku.
  </Step>
</Steps>

## Bagaimana Simplus bisa membantu

Di pembukuan manual, nilai persediaan baru ketahuan saat stok opname besar-besaran, itu pun hanya sekali setahun. Simplus menghitungnya terus-menerus dari HPP dan sisa stok setiap produk.

<CardGroup cols={2}>
  <Card title="Nilai per produk selalu terbarui" icon="wallet" href="/tutorial/hpp/kenapa-hpp-berubah">
    Setiap produk menunjukkan nilai persediaannya sendiri, ikut bergerak setiap kali ada restok, penjualan, atau opname.
  </Card>

  <Card title="Laporan Stok Mati" icon="box-open" href="#laporan-stok-mati">
    **Laporan → Telusuri → Stok → Stok Mati** langsung memberi satu angka: berapa rupiah modal Anda yang sedang diam, beserta produk penyebabnya.
  </Card>

  <Card title="Ambang batas yang bisa dipilih" icon="sliders" href="#laporan-stok-mati">
    Tentukan sendiri definisi stok mati: ≥30, ≥60, atau ≥90 hari, lalu urutkan dari modal tertahan terbesar.
  </Card>

  <Card title="Umur lapisan harga FIFO" icon="layer-group" href="#menemukan-modal-yang-nyangkut">
    Untuk produk FIFO, rincian lapisan harga menunjukkan umur tiap lapisan, jadi terlihat persis modal mana yang paling lama tertahan.
  </Card>
</CardGroup>

<Note>
  **Persediaan dihitung per bisnis, bukan per outlet.** Laporan Stok Mati dan nilai persediaan menampilkan angka gabungan seluruh outlet Anda, jadi belum bisa disaring per outlet.
</Note>

### Yang belum tersedia

<Warning>
  Beberapa hal di halaman ini masih perlu dikerjakan manual untuk sekarang:

  * **Total nilai persediaan seluruh produk dalam satu layar** <Badge color="orange" size="sm">Coming Soon</Badge>. Rencananya lewat laporan **Nilai & Pergerakan** yang sedang disiapkan. Sementara ini, jumlahkan nilai persediaan dari daftar produk atau hasil ekspornya.
  * **Mengurutkan daftar produk berdasarkan nilai persediaan** <Badge color="orange" size="sm">Coming Soon</Badge>. Untuk sekarang, ekspor daftar produk lalu urutkan di spreadsheet.
  * **Laporan perputaran persediaan ("berapa lama uang kembali")** <Badge color="orange" size="sm">Coming Soon</Badge>. Hitung manual dengan empat langkah di bagian [Berapa lama uang Anda kembali?](#berapa-lama-uang-anda-kembali) di atas.
</Warning>

## Langkah berikutnya

<CardGroup cols={2}>
  <Card title="Produk terlaris belum tentu paling untung" icon="chart-mixed" href="/tutorial/hpp/margin-per-produk">
    Pastikan modal Anda ditaruh di produk yang benar.
  </Card>

  <Card title="Untung tapi uang tidak nambah" icon="money-bill-transfer" href="/tutorial/hpp/untung-tapi-uang-tidak-nambah">
    Kenapa laba di laporan tidak terasa di rekening.
  </Card>
</CardGroup>
