> ## Documentation Index
> Fetch the complete documentation index at: https://docs.simplus.id/llms.txt
> Use this file to discover all available pages before exploring further.

# Batas bawah harga sebelum kasih diskon

> Menghitung sampai berapa diskon masih aman, dan kenapa diskon kecil bisa menghapus untung besar.

Diskon tidak memotong untung Anda sedikit. Diskon memotongnya **jauh lebih dalam** daripada yang terlihat.

## Diskon 20% tidak mengurangi untung 20%

Produk dengan HPP Rp20.000 dijual Rp30.000. Untung Anda Rp10.000 per pcs.

| Diskon | Harga jadi | Untung tersisa | Untung berkurang |
| ------ | ---------- | -------------- | ---------------- |
| 0%     | Rp30.000   | Rp10.000       | —                |
| 5%     | Rp28.500   | Rp8.500        | **−15%**         |
| 10%    | Rp27.000   | Rp7.000        | **−30%**         |
| 20%    | Rp24.000   | Rp4.000        | **−60%**         |
| 30%    | Rp21.000   | Rp1.000        | **−90%**         |
| 33%    | Rp20.000   | Rp0            | **habis**        |
| 40%    | Rp18.000   | −Rp2.000       | **rugi**         |

<Warning>
  Diskon 10% terdengar kecil, tapi untung Anda hilang **sepertiga**. Diskon dipotong dari harga jual, sedangkan untung Anda cuma sebagian kecil dari harga jual. Itu sebabnya dampaknya berlipat.
</Warning>

## Hitung batas bawah Anda

Dua angka yang harus Anda tahu sebelum menjanjikan diskon apa pun:

**1. Batas impas Anda adalah HPP.** Untuk contoh di atas, Rp20.000. Jual di bawah itu dan Anda sedang membayari pelanggan untuk mengambil barang Anda.

**2. Diskon maksimum Anda sama dengan margin Anda.** Untung Rp10.000 dibagi harga jual Rp30.000 = **33%**. Diskon 33% membuat untung Anda pas nol. Lewat dari itu, Anda rugi setiap kali barang terjual.

<Info>
  Pikirkan ini saat menetapkan harga normal: **margin Anda menentukan seberapa besar diskon yang sanggup Anda berikan.** Kalau Anda ingin sesekali bisa promo 30% dan tetap untung, margin normal Anda harus jauh di atas 30% sejak awal. Lihat [Menentukan harga jual dari HPP](/tutorial/hpp/menentukan-harga-jual).
</Info>

### Diskon aman dengan target untung

Kalau saat promo Anda tetap ingin menyisakan untung, jangan pakai batas nol tadi. Tentukan dulu untung minimum yang Anda terima, lalu cari harganya.

Misalnya HPP Rp20.000 dan saat promo Anda masih mau untung 15% dari harga jual:

| Langkah             | Hitungan                   | Hasil           |
| ------------------- | -------------------------- | --------------- |
| Sisa untuk modal    | 100% − 15%                 | 85%             |
| Harga promo minimum | Rp20.000 ÷ 0,85            | **Rp23.530**    |
| Diskon maksimum     | dari harga normal Rp30.000 | **sekitar 21%** |

Jadi promo Anda aman selama diskonnya tidak lebih dari 21%.

## Diskon harus dibayar dengan volume

Kalau untung per pcs turun, Anda butuh menjual lebih banyak hanya untuk kembali ke titik semula.

| Diskon | Untung per pcs | Penjualan harus naik |
| ------ | -------------- | -------------------- |
| 5%     | Rp8.500        | **1,2×**             |
| 10%    | Rp7.000        | **1,4×**             |
| 20%    | Rp4.000        | **2,5×**             |
| 30%    | Rp1.000        | **10×**              |

<Warning>
  Diskon 20% baru impas kalau penjualan Anda **naik dua setengah kali lipat**. Kalau promo Anda cuma menaikkan penjualan 30%, promo itu sebenarnya merugikan.
</Warning>

## Jebakan yang sering terjadi

<AccordionGroup>
  <Accordion title="Diskon bertumpuk tanpa sadar" icon="layer-group">
    Diskon member 10% + promo channel 10% + voucher ongkir bukan 20%, tapi bisa lebih dalam lagi setelah semuanya dihitung. Periksa total potongan pada harga akhir, bukan satu per satu. Di Simplus, diskon per item dan diskon per transaksi juga bisa bertumpuk dalam satu nota, lihat [Dua jenis diskon](#dua-jenis-diskon-dan-kenapa-bedanya-penting).
  </Accordion>

  <Accordion title="Harga promo lama dipakai dengan modal baru" icon="arrow-trend-up">
    Harga promo dibuat saat HPP masih Rp18.000. Sekarang HPP sudah Rp22.000 tapi harga promonya tidak pernah ditinjau. Setiap penjualan promo jadi rugi. Tinjau ulang promo setiap kali HPP naik.
  </Accordion>

  <Accordion title="Obral barang lama tanpa tahu batasnya" icon="box-open">
    Mengobral dead stock itu sering keputusan yang benar: lebih baik balik modal sebagian daripada modal mati selamanya. Tapi tetap hitung dulu berapa yang Anda relakan, jangan asal potong 50%.
  </Accordion>

  <Accordion title="Bundling yang merugi" icon="gift">
    HPP paket adalah jumlah HPP semua isinya. Paket berisi kopi (HPP Rp8.000) dan 2 kue (HPP Rp5.000 per pcs) punya modal Rp18.000. Harga bundling harus dihitung dari angka itu, bukan dari harga satuan yang didiskon asal-asalan. Cara Simplus mencatatnya ada di [HPP produk paket dipecah ke komponennya](#hpp-produk-paket-dipecah-ke-komponennya).
  </Accordion>
</AccordionGroup>

## Bagaimana Simplus bisa membantu

Simplus **tidak akan menghalangi** Anda memberi diskon di bawah HPP. Batas bawah tetap keputusan Anda. Yang Simplus lakukan adalah menyimpan HPP tiap produk, mencatat dua jenis diskon secara terpisah, dan memecah modal produk paket sampai ke komponennya, supaya sesudah promo Anda bisa melihat angka sebenarnya.

### Kasir tidak melihat margin, jadi batasnya harus Anda siapkan

Di layar kasir tidak ada tampilan margin dan tidak ada peringatan saat harga sudah di bawah HPP. Artinya kasir tidak punya cara untuk tahu sendiri kalau diskon yang dia berikan sudah merugikan.

<Warning>
  Jangan menitipkan batas diskon pada ingatan kasir. Hitung batasnya sekali di kantor, lalu tempel daftarnya di dekat kasir.
</Warning>

Buat daftarnya dari [Laporan Penjualan per Produk](/tutorial/hpp/margin-per-produk) (kolom HPP dan harga jual sudah ada di sana), lalu isi kolom terakhir dengan rumus dari bagian [Hitung batas bawah Anda](#hitung-batas-bawah-anda):

| Produk     | Harga normal | HPP      | Diskon maksimum (untung nol) | Diskon aman (sisa untung 15%) |
| ---------- | ------------ | -------- | ---------------------------- | ----------------------------- |
| Kopi susu  | Rp30.000     | Rp20.000 | 33%                          | 21%                           |
| Roti bakar | Rp25.000     | Rp17.500 | 30%                          | 17%                           |

Aturan untuk kasir cukup satu kalimat: **diskon tidak boleh lebih besar dari angka di kolom terakhir, kecuali Anda yang menyetujui.**

### Dua jenis diskon, dan kenapa bedanya penting

Simplus punya dua tempat untuk memasukkan diskon, dan keduanya dibukukan berbeda:

| Jenis diskon             | Diisi di                                      | Dampaknya                                                                                                     |
| ------------------------ | --------------------------------------------- | ------------------------------------------------------------------------------------------------------------- |
| **Diskon per item**      | baris produk di keranjang                     | Langsung memotong omzet produk itu. Margin produk di Laporan Penjualan per Produk ikut turun.                 |
| **Diskon per transaksi** | total nota, satu kali untuk seluruh belanjaan | Dibukukan terpisah sebagai potongan penjualan. Tidak dipecah ke tiap produk, dan muncul di Laporan Akuntansi. |

Konsekuensinya sederhana tapi sering bikin salah baca laporan:

<Warning>
  Diskon per transaksi **tidak mengurangi margin produk** di Laporan Penjualan per Produk. Kalau Anda banyak memakai diskon nota, margin produk akan terlihat lebih bagus daripada kenyataannya. Untung yang sebenarnya baru terlihat setelah potongan itu dikurangkan di Laporan Akuntansi.
</Warning>

Contoh: nota Rp100.000 diberi diskon nota Rp10.000.

| Yang Anda lihat              | Angkanya                                                       |
| ---------------------------- | -------------------------------------------------------------- |
| Laporan Penjualan per Produk | omzet tetap Rp100.000, margin produk tidak berubah             |
| Laporan Akuntansi            | penjualan Rp100.000 dikurangi potongan Rp10.000 = **Rp90.000** |

<Tip>
  Kalau tujuan promonya mendorong produk tertentu, pakai **diskon per item** supaya efeknya kelihatan di margin produk itu. Pakai **diskon per transaksi** hanya untuk potongan yang memang berlaku untuk seluruh nota, misalnya potongan pelanggan setia.
</Tip>

Diskon bertumpuk pun mengikuti aturan yang sama: diskon per item dihitung dulu di barisnya, baru diskon nota dipotong dari totalnya. Jadi saat mengecek apakah promo Anda masih aman, jangan lihat persennya satu per satu, lihat **total yang dibayar pelanggan dibandingkan total HPP** barang di nota itu.

### HPP produk paket dipecah ke komponennya

Produk paket (bundling) **tidak punya HPP sendiri**. Begitu paket terjual, Simplus memecahnya jadi komponen penyusunnya, lalu memperlakukan tiap komponen persis seperti penjualan produk biasa:

<Steps>
  <Step title="Paket dipecah jadi komponen">
    Qty tiap komponen = **isi per paket × jumlah paket yang terjual**. Paket berisi 1 kopi dan 2 kue, terjual 3 paket, berarti 3 kopi dan 6 kue.
  </Step>

  <Step title="HPP dihitung per komponen">
    Tiap komponen memakai metode persediaan produknya sendiri: FIFO, Rata-rata, atau harga beli tetap. Lihat [Mengatur metode HPP](/tutorial/hpp/mengatur-metode-hpp).
  </Step>

  <Step title="Stok berkurang per komponen">
    Yang berkurang adalah stok kopi dan stok kue, bukan "stok paket". Kalau transaksinya dibatalkan atau dihapus, stok dan HPP tiap komponen dikembalikan juga.
  </Step>
</Steps>

Jadi batas bawah harga paket Anda adalah **jumlah HPP seluruh isinya**:

| Isi paket           | Jumlah | HPP satuan | Modal        |
| ------------------- | ------ | ---------- | ------------ |
| Kopi                | 1      | Rp8.000    | Rp8.000      |
| Kue                 | 2      | Rp5.000    | Rp10.000     |
| **Total HPP paket** |        |            | **Rp18.000** |

Jual paket itu di bawah Rp18.000 dan Anda rugi, berapa pun harga satuan masing-masing isinya.

<Note>
  Karena modalnya tersebar ke komponen, di Laporan Penjualan per Produk Anda **tidak akan menemukan baris margin untuk paketnya**. Harga jual tercatat di level paket, sedangkan HPP dan pergerakan stok tercatat di komponen. Untuk menilai apakah paket Anda untung, bandingkan harga jual paket dengan total HPP isinya seperti tabel di atas.
</Note>

### Yang belum tersedia

| Kebutuhan                                                  | Status                                              | Yang bisa Anda lakukan sekarang                                                                                                       |
| ---------------------------------------------------------- | --------------------------------------------------- | ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- |
| Peringatan otomatis saat harga setelah diskon di bawah HPP | <Badge color="orange" size="sm">Coming Soon</Badge> | Pakai daftar batas diskon di atas                                                                                                     |
| Batas diskon maksimum per produk atau per kasir            | <Badge color="orange" size="sm">Coming Soon</Badge> | Tetapkan sebagai aturan tertulis, lalu periksa lewat laporan                                                                          |
| Margin terlihat saat transaksi berlangsung                 | Tidak ditampilkan untuk kasir                       | Periksa setelahnya di Laporan Penjualan per Produk                                                                                    |
| Laporan untung-rugi khusus periode promo                   | <Badge color="orange" size="sm">Coming Soon</Badge> | Buka Laporan Penjualan per Produk, set rentang tanggalnya persis selama promo, lalu bandingkan dengan periode yang sama sebelum promo |

<Tip>
  Cara paling cepat mengevaluasi promo: catat tanggal mulai dan selesainya, lalu setelah promo buka laporan dengan rentang tanggal itu dan bandingkan **total untung**, bukan total omzet. Omzet naik saat promo itu wajar. Yang menentukan promonya berhasil adalah untungnya ikut naik.
</Tip>

## Langkah berikutnya

<CardGroup cols={2}>
  <Card title="Menentukan harga jual dari HPP" icon="tag" href="/tutorial/hpp/menentukan-harga-jual">
    Margin yang cukup membuat Anda punya ruang untuk diskon.
  </Card>

  <Card title="Produk terlaris belum tentu paling untung" icon="chart-mixed" href="/tutorial/hpp/margin-per-produk">
    Ketahui produk mana yang sanggup didiskon.
  </Card>
</CardGroup>
